Perjamuan Kudus di RASDAC Manado: Khidmatnya Ibadah Sabat Diwarnai Momen Hangat Persaudaraan Tokoh Masyarakat
GMAHK Jemaat Ranotana Karombasan (RASDAC) Manado menggelar Ibadah Sabat dan Perjamuan Kudus yang berlangsung khidmat pada 3 Oktober 2026. Selain menjadi momen pembaruan iman melalui khotbah Pdt. Dr. Swineys Tandidio, peribadatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan dan menjadi kesaksian indah tentang kasih persaudaraan, kerendahan hati, serta sikap saling mengampuni yang melampaui berbagai perbedaan.
RS
10/4/20263 min read


Ibadah Sabat dan Perjamuan Kudus di RASDAC: Ketika Iman, Persaudaraan, dan Pengampunan Bertemu
MANADO, 3 Oktober 2026 — Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti GMAHK Jemaat Ranotana Karombasan (RASDAC—Ranotana Seventh-day Adventist Church) pada Sabat, 3 Oktober 2026. Ibadah Sabat yang dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus menjadi momentum istimewa bagi ratusan anggota jemaat dan tamu yang hadir.
Ibadah tersebut menghadirkan Pdt. Dr. Swineys Tandidio, M.A.R., Direktur Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan serta Koordinator Adventist-Laymen’s Services and Industries (ASI) GMAHK Uni Konferens Indonesia Kawasan Timur (UKIKT), sebagai pembawa khotbah.
Dalam khotbahnya, Pdt. Tandidio membawa jemaat menelusuri kisah fundamental dalam Kejadian 1, 2, dan 3—tentang penciptaan manusia, kejatuhan manusia ke dalam dosa, hingga karya penebusan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan ketika jemaat memasuki momentum Perjamuan Kudus. Roti dan anggur tidak sekadar dipandang sebagai bagian dari sebuah liturgi, tetapi menjadi pengingat akan pengorbanan Kristus, kasih karunia, pengampunan, dan panggilan untuk hidup dalam persekutuan dengan Tuhan serta sesama.
Dalam praktik GMAHK, Perjamuan Kudus dilaksanakan secara berkala, umumnya empat kali dalam setahun, sebagai bentuk penghayatan terhadap teladan yang diberikan Yesus Kristus kepada para murid-Nya.
Pelayanan yang Tertib dan Penuh Khidmat
Ibadah Sabat dan Perjamuan Kudus berlangsung tertib, teratur, dan penuh kekhidmatan. Pelayanan tersebut dikoordinasikan oleh Pdt. Michael Polii, S.Ag., selaku Pendeta Jemaat, bersama jajaran pimpinan dan pelayan jemaat.
Kontribusi para ketua jemaat, penatua, diakon, diakones, serta para pendeta turut menopang kelancaran seluruh rangkaian ibadah. Di antaranya Dr. Merry Mailangkay Kalalo, S.H., M.H., selaku Ketua Jemaat/Penatua 1, serta dr. Gerald Langingi, Sp.A., Meita Moniung, S.E., Tasya Pandaleke Mamesah, S.E., Maya Doringin Sanyang, S.Keb., dr. Bayen Kairupan, Pdtm. Juan Maleke, S.Fil., dan Pdtm. Silvana Rembangan Lowing, S.Ag.
Turut mengambil bagian dalam pelayanan mimbar adalah Pdt. Jim Mamarimbing, M.Fil., selaku Koordinator Filantropi dan Adventist-Laymen’s Services and Industries (ASI) GMAHK Daerah Konferens Manado dan Maluku Utara (DKMMU).
Kehadiran dan pelayanan bersama tersebut memperlihatkan bahwa Perjamuan Kudus bukan hanya sebuah agenda gerejawi, melainkan sebuah peristiwa iman yang mengajak setiap orang untuk kembali kepada inti Injil: Kristus, pengampunan, persatuan, dan pengharapan akan kedatangan-Nya.
Kehadiran Sejumlah Tokoh
Ibadah Sabat tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan pemerintahan. Di antaranya Felly Estelita Runtuwene, S.E., Ketua Komisi IX DPR RI; Dr. Johanes Victor Mailangkay, S.H., M.H., Wakil Gubernur Sulawesi Utara; Hendrik Pagiling, S.H., M.H., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Sulawesi Utara bersama Ibu; serta Roldy Mailangkay, S.H., M.Si., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara.
Mereka hadir bersama ratusan anggota jemaat dan tamu undangan yang memenuhi bagian dalam maupun halaman sekitar gedung gereja.
Namun, di tengah ramainya kehadiran para tokoh dan jemaat, terdapat sebuah momen sederhana yang justru menghadirkan pesan persaudaraan yang mendalam.
Sebuah Jabatan Tangan yang Berbicara
Ketika Ibu Felly Runtuwene memasuki gedung gereja, beliau disambut oleh Bpk. Johanes Victor Mailangkay dengan jabatan tangan dan ucapan, “Selamat Hari Sabat.”
Sapaan sederhana itu kemudian berlanjut menjadi sebuah pemandangan yang menyentuh hati.
Dalam rangkaian Perjamuan Kudus, keduanya duduk dalam kekusukan dan mengikuti prosesi dengan penuh khidmat, termasuk pelayanan pembasuhan kaki nampak kedua Tokoh Bangsa duduk berdampingan, salah satu bagian penting dalam liturgi Perjamuan Kudus GMAHK adalah saling basuh kaki untuk tanda kerendahan hati dan mau melayani sesama.
Setelah itu, mereka saling berjabat tangan dan mengucapkan pengampunan. Beberapa kali momen tersebut kembali terjadi dalam suasana penuh keakraban. Sebagai kakak dan adik, keduanya juga saling memberikan cium pipi kanan dan kiri sebagai ungkapan kasih persaudaraan, dukungan, serta komitmen untuk tetap saling mendoakan. Bpk. Victor Mailangkai mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut ada 4 kali mereka berjabat tangan dan saling cium pipi kanan dan cium pipi kiri.
Ibu Felly Runtuwene juga menyampaikan pesan kasih kepada semua Jemaat agar saling mendoakan dan dapat menjadi oenyampai informasi tepat untuk menjadi berkat kepada orang lain.
Tidak ada perbedaan pilihan pribadi yang menjadi penghalang bagi kasih persaudaraan.
Yang terlihat adalah dua insan yang memilih untuk saling menghormati, saling mengampuni, saling mendukung, dan saling mendoakan agar tetap setia sampai Maranatha.
Lebih dari Sekadar Perjamuan
Peristiwa di RASDAC pada Sabat itu seakan mengingatkan kembali makna terdalam dari Perjamuan Kudus.
Di hadapan salib Kristus, setiap manusia berdiri pada tempat yang sama. Jabatan, kedudukan, latar belakang, maupun perbedaan pilihan tidak lagi menjadi pusat perhatian.
Yang terutama adalah Kristus yang mengampuni dan manusia yang dipanggil untuk mengampuni.
Perjamuan Kudus menjadi ruang untuk merendahkan hati, memperbaiki hubungan, memulihkan persaudaraan, dan memperbarui komitmen iman.
Sebab pada akhirnya, gereja bukan hanya tentang gedung yang dipenuhi manusia, tetapi tentang hati yang dipenuhi kasih Kristus.
Sabat itu pun menjadi sebuah kesaksian sederhana namun kuat: perbedaan tidak harus memisahkan, dan kasih persaudaraan tidak harus berakhir karena perbedaan pilihan.
Di RASDAC, Perjamuan Kudus kembali mengingatkan bahwa setiap orang yang telah menerima kasih dan pengampunan Kristus dipanggil untuk melakukan hal yang sama kepada sesamanya.
Saling mengampuni. Saling mendukung. Saling mendoakan. Dan tetap setia hingga Maranatha.
Kontak
Hubungi kami untuk informasi dan bantuan
Telepon
081255550467-Anita Mandias
082312847131-Angeline Lumoindong
© 2026. All rights reserved.
