JUNGLE CHAPE
Monumen Bagi Allah.
3/4/20262 min read


Di antara rimbunnya pepohonan, di wilayah-wilayah pelayanan yang belum memiliki rumah ibadah tetap, lahirlah sebuah visi iman: Rumah Ibadah Semi Permanen “Jungle Chapel.”
Bangunan berukuran 7 x 10 meter ini dirancang sederhana, fungsional, dan kontekstual, mudah dibangun, mudah dirawat, namun kokoh sebagai pusat doa, pengharapan, dan pemberitaan Injil. Jungle Chapel bukan sekadar bangunan. Ia adalah jawaban atas doa-doa panjang dari jiwa-jiwa yang rindu beribadah dengan layak. Pembangunan dilaksanakn di beberapa titik lokasi Perkumpulan Ibadah yang belum memiliki tempat ibadah di wilayah pelayanan GMAHK DKMMU.
Adapun Program ini di inisiasi dan dikoordinasikan Tim Kerja Filantropi GMAHK DKMMU dibawah tanggung jawab Koordinator Filantropi & ASI Pdt. Jim Mamarimbing M.Fil., sesuai arahan dan petunjuk Officers GMAHK DKMMU.
Mengapa Jungle Chapel?
Karena setiap jiwa berharga.
Karena setiap keluarga berhak memiliki tempat berlutut bersama.
Karena Injil harus diberitakan sampai ke ujung-ujung ladang pelayanan.
Rumah ibadah bukan tentang kemegahan, tetapi tentang kehadiran Tuhan di tengah Umat-Nya. Jungle Chapel akan menjadi tempat anak-anak belajar Firman, kaum muda menemukan panggilan, keluarga dipulihkan, dan jiwa-jiwa menerima pengharapan akan kedatangan Kristus.
Ellen G. White menulis dalam buku Testimonies for the Church, Jilid 6. Hal. 100.
“Di mana pun suatu komunitas orang beriman berkumpul, di situ harus dibangun rumah ibadah.” dan dalam buku Gospel Workers ia menegaskan: “Pekerjaan Tuhan harus maju; monumen-monumen bagi-Nya harus didirikan di kota dan desa.”
"Tempat itu harus diusahakan secara menyeluruh, hingga sebuah rumah ibadah sederhana berdiri sebagai tanda, peringatan akan Sabat Allah, terang di tengah kegelapan moral. Peringatan-peringatan ini harus berdiri di banyak tempat sebagai saksi kebenaran. Allah dalam belas kasih-Nya telah menyediakan agar para pembawa pesan Injil pergi ke semua negara, bahasa, dan bangsa, hingga panji kebenaran ditegakkan di seluruh penjuru dunia yang berpenduduk." GW. Hal. 430-431.
Jungle Chapel adalah monumen iman, bukan untuk memuliakan manusia, tetapi untuk meninggikan Kristus.
Dampak yang Akan Dirasakan, menjadi ☆ Pusat pertumbuhan rohani di wilayah yang belum terjangkau.
☆ Penguatan identitas Perkumpulan GMAHK sebagai bagian dari tubuh Kristus.
☆ Basis misi dan pelayanan sosial bagi masyarakat sekitar.
☆ Simbol nyata bahwa gereja hadir, peduli, dan melayani.
Bangunan ini memang semi permanen, namun dampaknya bisa kekal. Ukurannya 7 x 10 meter, namun jangkauan pengaruhnya bisa melampaui generasi.
Kami mengundang keterlibatan seluruh umat, bukan hanya sekedar pembangunan semata. Ini adalah kesempatan menanam bagi kekekalan. Setiap doa, dukungan, kontribusi sekecil apa pun, akan menjadi bagian dari sejarah keselamatan jiwa-jiwa. Suatu waktu akan ada jiwa-jiwa bersaksi bahwa "Karena Jungle Chapel yang engkau dukung, aku mengenal Yesus & dikuatkan sampai hari Maranatha."
Apakah kita mau menjadi bagian dari kisah itu?
Galatia 6:2 “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”
1 Tawarikh 29:9 (TB) Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN..."
Mari bersama Officers Konferens, Koordinator Filantropi & ASI, dan Tim Kerja Filantropi GMAHK DKMMU TP. 2026–2030, kita nyalakan terang di titik-titik sunyi yang membutuhkan kebersamaan dalam keterlibatan total semua Umat dengan Slogan: Great DKMMU: Sehati Terbuka-Taat Berbuah dan semangat Kerja 3K: Kebersamaan, Keterbukaan, Ketaatan.
Jungle Chapel bukan hanya dibangun dengan dana.
Ia dibangun dengan iman, pengorbanan, dan kasih.
Dan ketika rumah Ibadah itu berdiri, biarlah kemuliaan Tuhan memenuhi tempat itu. Amin.
#Godhasprovided
Kontak
Hubungi kami untuk informasi dan bantuan
Telepon
081255550467-Anita Mandias
082312847131-Angeline Lumoindong
© 2026. All rights reserved.
