Dari Kesederhanaan Menuju Dampak Nyata : BatangKring Ministry – Mitra Filantropi DKMMU

BatangKring Ministry (BKM) adalah kesaksian nyata bahwa Tuhan bekerja melalui hal-hal yang sederhana dan dianggap lemah untuk menghadirkan dampak yang besar. Sebagai Mitra Filantropi DKMMU, BKM terlibat dalam berbagai pelayanan nyata: mendukung pelayanan pendeta, kegiatan sosial, pembangunan gereja, hingga perintisan Jungle Chapel di Dusun Toe, Tidore Kepulauan. Berlandaskan Yohanes 3:30 — “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” — BKM menjadikan kerendahan hati sebagai gaya hidup rohani, percaya bahwa dari yang sederhana, Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya.

JM

3/25/20262 min read

Di tengah dunia yang sering menilai seseorang dari kekuatan dan kelebihan, BatangKring Ministry (BKM) hadir sebagai kesaksian hidup bahwa Tuhan justru bekerja melalui apa yang dianggap lemah, sederhana, bahkan “kering”. Nama BatangKring sendiri melambangkan kehidupan yang tampak tidak berdaya, namun di tangan Tuhan menjadi sumber harapan, kehidupan, dan berkat bagi banyak orang.

Pemahaman ini sejalan dengan inspirasi rohani yang diteguhkan melalui tulisan Ellen G. White dalam The Ministry of Healing (hlm. 164), bahwa Tuhan berkenan memakai mereka yang dianggap tidak memiliki harapan untuk menjadi sasaran kasih karunia-Nya. Demikian pula ditegaskan dalam Signs of the Times (3 Januari 1900), bahwa Tuhan tidak memilih manusia karena kesempurnaan mereka, melainkan karena Ia dapat membentuk mereka sesuai dengan kehendak-Nya.

Berangkat dari keyakinan tersebut, BatangKring Ministry merespons panggilan Ilahi dengan menjadi Mitra Filantropi DKMMU (Daerah Konferens Manado dan Maluku Utara). Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata, antara lain mendukung pelayanan para pendeta, terlibat dalam kegiatan bakti sosial di berbagai wilayah, membantu pembangunan gereja, serta berkomitmen membangun Jungle Chapel sebagai tempat ibadah semi permanen di Dusun Toe, Kota Tidore Kepulauan. Proyek ini menjadi salah satu langkah perintis dalam pelayanan filantropi DKMMU pada awal tahun ini.

Menariknya, seluruh pelayanan ini digerakkan oleh kaum awam—keluarga-keluarga dengan latar belakang, profesi, dan kesibukan yang berbeda—namun dipersatukan oleh satu visi yang sama, yaitu melayani Tuhan dengan segenap hati dan hidup mereka.

Landasan iman mereka berpijak pada firman Tuhan dalam Yohanes 3:30, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Bagi BatangKring Ministry, ayat ini bukan sekadar slogan, melainkan gaya hidup rohani. Mereka percaya bahwa makna hidup yang sejati ditemukan bukan saat manusia ditinggikan, tetapi saat ia rela merendah; bukan saat diri terlihat, tetapi saat Yesus Kristus semakin nyata di dalam dan melalui hidupnya.

Dalam perspektif ini, penyangkalan diri menjadi sebuah keindahan. Ego dilepaskan, kehendak pribadi diserahkan, dan Kristus ditempatkan sebagai yang terutama dan terdepan. Kedewasaan rohani tidak diukur dari jabatan atau pengakuan, melainkan dari kedalaman hubungan pribadi dengan Tuhan, hingga seluruh hidup menjadi cermin yang memantulkan kemuliaan-Nya.

Dengan semangat tersebut, BatangKring Ministry terus belajar untuk bergantung penuh kepada Allah sebagai sumber kehidupan, setia dalam perkara kecil maupun besar, serta bertumbuh dan berbuah dalam pekerjaan Tuhan. Mereka percaya bahwa dari yang kering, Tuhan mampu menghadirkan kehidupan, dan dari yang sederhana, Tuhan membangun kemuliaan-Nya.

Puji Tuhan atas setiap kesempatan melayani bersama sebagai Mitra Filantropi DKMMU.

Sebagai bagian dari gerakan ini, masyarakat luas diundang untuk turut berkolaborasi. Baik yayasan, ministry, institusi, organisasi, perusahaan, keluarga, maupun individu dapat bergabung menjadi Mitra Filantropi DKMMU, bersama-sama menghadirkan kasih Tuhan secara nyata bagi dunia.

#Semangat3K: Kebersamaan, Keterbukaan, Ketaatan
#GreatDKMMU – Sehati, Terbuka, Taat, Berbuah
#GodHasProvided